Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng  yang terletak di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Keberadaan benteng ini tidak terlepas dengan Benteng York yang juga terletak di daerah Bengkulu, tepatnya di jalan Enggano, Kelurahan Pasar Bengkulu, Kecamatan Sungai Serut.  Benteng York berdiri berkat perjanjian EIC (East India Company) yang ditandatangani oleh Ralph Ord ( Inggris) dan Raja Muda (Bengkulu) dari Sungai Lemau pada tahun 1658. Benteng York digunakan untuk melindungi permukiman yang terdapat aktifitas perdagangan lada dan cengkeh.

Kondisi Benteng Fort York di kala itu memprihatinkan dikarenakan kerapuhannya. Posisinya yang berada di rawa menyebabkan prajurit diserang berbagai penyakit; disentri, kolera dan malaria. Hal tersebut mendorong Inggris untuk  kembali melakukan pendekatan dengan Raja-Raja Bengkulu. Tujuannya ialah untuk membangun benteng yang baru dengan lokasinya yang strategis. Hingga akhirnya, sekitar tahun 1714 pembangunan benteng baru dilakukan secara bertahap. Lokasi benteng ini terletak di pinggir pantai Tapak Paderi, yang arsitek dan para pekerjanya dari India. Penamaan benteng baru ini di latar belakangi dengan penghormataan kepada komandan Militer Inggris yang terkenal dengan “The First Duke of Marlborough”, sehingga benteng ini dinamakan Marlborough.

Pada tahun 1719 terjadi penyerangan dari pihak Begkulu kepada pihak Inggris dikarenakan rakyat Bengkulu merasa dirugikan. Benteng Marlborough yang hampir selesai dibangun, dibakar bersamaan dengan kantor dagang. Akibatnya pihak inggris lari ke India. Setelah keadaan aman, Gubenur Joseph Walsh datang ke Bengkulu dan mentandatangini perjanjian dengan kerajaan Sungai Lemau dan Sungai Hitam pada tanggal 17 April 1724.

Tak hanya menerima penyerangan dari Bangkulu, Benteng Marlborough juga mengalami serangan dari Prancis dengan 2 kapal yang memiliki 500 awak. Persitiwa tersebut terjadi pada tahun 1760 di bawah pimpinan Comte  d’etsang. Selanjutnya berkat perjanjian antara pemerintah prancis dan Inggris, pada tahun 1763 Prancis mengembalikan penguasaan benteng Malrborough kepada kekuasaan Inggris dan membantu memperbaiki kerusakan Benteng Marlborough.

Pada tahun 1807 terjadi peristiwa yang dikenal dengan Mount Fellix, yaitu pemberontakan dari petani terhadap penerapan sistem pemaksaan tanam kopi. Thomas Parr dibunuh di kediamnnya (Mount Fellix) pada tanggal 23 desember 1807, dan dimakamkan di sekitar Benteng Marlborough. Pada tanggal 17 maret 1824 dilakukan perjanjian antara Inggris dan Belanda yang dikenal dengan Traktat London ( Treaty of London ). John Price yang telah menerima kukuasan  dari Sir Thomas Stanford Raffles (1818-1824), menyerahkan Bengkulu pada kolonial Belanda (1825-1942).

Tak hanya berperan dibawah kekuasaan Inggris dan Belanda, Jepang juga pernah menguasai Benteng Marlborough sebagai tempat mengintai (1942-1945). Setelah Indonesia merdeka,  Benteng Marlborough diambil alih oleh Republik Indonesia. Tetapi pada tahun 1949-1950, benteng ini di bawah kekuasaan kolonial Belanda. Setelah ditinggalkan oleh Belanda, benteng Marlborough kembali difungsikan oleh TNI AD (1950-1983) sebagai Markas Kodim. Hingga akhirnya diserahkan pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Benteng Marlborough mempuyai luas 44.100 m dengan ketinggian 10 m di atas permukaan laut. Benteng ini menghadap ke arah Selatan. Denanya menyerupai bentuk  kura-kura. Benteng ini terdiri dari fitur berupa; Revaline (dikenal sebagai kepal kura-kura), Bastion, Parit Keliling, Lapangan, Sumur, Makam, serta Meriam. Revaline adalah bangunan pertahanan bersudut tiga. Walaupun begitu, Revaline di Benteng Marlborough juga pernah digunakan  sebagai sarana sosial.

Parit keliling yang terdapat Benteng Marlborough terletak di luar. Parit tersebut memiliki kedalaman sekitar 1-3 meter dan lebar sekiar 7 meter. Selain sebagai saluran air, juga digunakan sebagai pertahanan pertama terhadap serangan musuh. Di sekitarnya dibangun sebuah jembatan sebagai penghubung antara bagian Revaline dengan Curtine. Curtine merupakan tembok pertahanan utama Revaline yang terletak diantara dua bastion.

Benteng Marlborough memiliki empat bastion, yaitu Bastion Utara, Bastion Timur, Bastion Selatan, dan Bastion Barat. Bastion adalah bagian yang terletak di sudut yang menjorok keluar. Dengan keletakannya, sesorang bisa lebih fokus menembak tanpa memperlihatkan dirinya.

Bangunan antara Bastion Timur dan Selatan memilki denah persegi empat beratap datar. Di lihat dari pintu berjeruji besi, diperkirakan sebagai penjara. Selain itu ada pula yang berpendapat sebagai tempat tinggal untuk para prajurit. Hal itu dilihat dari bentuk bangunan ini yang memilki ruangan yang cukup luas dan tinggi.Kemudian memiliki serta plafond dan pintu masuk yang berbentuk lengkungan.

 

Daftar Pustaka

Tim. Benteng Marlborough. 2015. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaann, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi.

Tim. Laporan Lengkap Hasil Pemugaran Benteng Marlboough Bengkulu (1977-1984). Departemen Pendidikan Kebudayaan Kantor Wilayah Provinsi Bengkulu.

 

 

 

Penulis: Seffiani Dwi Azmi (Arkeologi 2015)

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *