Seminar Pertama dari Arkeologi UNJA

Pada tanggal 8 september 2016 prodi Arkaeologi Universitas jambi menunjukan eksistensinya dengan mengadakan seminar pertamanya, yaitu seminar kegiatan yang bertemakan “Jelajah Sumatera”. Tujuannya ialah untuk mempublikasikan hasil kegiatan lapangan dari mahasiswa, dengan menyadari bahwa Arkeologi telah memasuki era dengan paradigma dan prinsip “Archaeolgy  for public”. Kemudian memberikan semangat kepada para mahasiswa khususnya kepada mahasiswa dari Arkeologi Universitas Jambi, agar senantiasa aktif dan berperan besar terhadap Arkeologi.

Acara dilaksanakan di gedung Fakultas Ilmu Budaya, ruangan B-04 di lantai dua, pada jam 08:00. Selain para mahasiswa, acara ini dihadiri dari pihak Dinas Parawisata provinsi Jambi, Balai Pelestarian Cagar Budaya Batu Sangkar, Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi dan Dosen Prodi Arkeologi Universitas Jambi. Lalu dihadiri dua orang yangterhomat dan sangat berpengaruh di UNJA yaitu Wakil Rektor 2 (Bidang umum dan sarana) dan Dewan Kemahasiwaan dari Fakultas Ilmu Budaya. Masing-masing dari mereka memberikan sambutan yang diiringi dengan apresiasi terhadap perkembangan dari Mahasiswa dan Program Studi Arkeologi UNJA, serta menyelipkan pesan dan harapan. Setelah itu, dilanjutkan dengan melantunkan doa dan memanjatkan syukur, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi pemotongan Nasi tumpeng sebagai perayaan prodi Arkeologi memasuki tahun kedua.

Presentase pertama yang dilakukan Mahasiswa Arkeologi yaitu berjudul “Penelitian Arkeologi di Kritang  bersama Balai Arkeologi  Medan”. Pemaparan tersebut seolah menuntun kita dalam sebuah perjalanan di desa Kritang dengan menceritakan keadaan di sana, serta menjelaskan metode survei dan ekskavasi yang digunakan. Setelah presentase pertama, dilanjutkan dengan prsesentase berjudul “Survei tinggalan Bawah Air di desa Bangka Belitung”. Presentase kedua ini memiliki keunikan tersendiri, karena berbagi pengalaman menyelam, serta memperkenalkan temuan yang terdapat di sana.  Berikutnya, Presentase “Gua Bukit Bulan di Sarolangun” menyajikan pesona dari struktur gua dan data Arekologi berupa Rock Art. Prsesentase hasil kegiatan yang terakhir dari  mahasiswa Arakalogi adalah “Jelajah Bumi Dharmasraya bersama BPCB Jambi”.

Tak hanya dari mahsiswa, pihak BPCB Batu Sangkar yang juga memberikan pemaparan. Judulnya ialah  “Potensi Penelitian Arkeologi di Sumatera Bagian Barat”. Apa yang telah disampaikan oleh pihak BPCB Batu Sangkar dalam presentaseya, bisa menjadi motivasi dan semangat bagi mahasiswa/mahasiswi Arkeologi Universitas Jambi untuk lebih mengepakkan sayapnya dalam dunia Arkeologi. Begitu juga seminar yang telah dilakuan oleh Mahasiswa Arkelogi yang diharapkan dapat memotivasi teman-temanya.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *