Totalitas dari Prodi Arkeologi Unja Pada Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus

Makara II

Program Studi Arkeologi Universitas Jambi menunjukan totalitasnya dalam menyelanggarakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus. Dalam agenda kegiatan mahasiswa Arkeologi Universitas Jambi, kegiatan ini disebut “Makara”. Makara merupakan singkatan dari “Malam Keakraban Arkeologi”. Kata Makara sendiri diambil dari sebuah objek cagar budaya yaitu “Makara”. Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Candi Muaro Jambi selama dua hari satu malam, pada tanggal 8 dan 9 oktober 2016. Tujuannya ialah untuk memperkenalkan dunia Arkeologi dengan penerapan metodenya yang menjujung tinggi nilai kekompakan. Kemudian membuka pandangan peserta makara terhadap Arkeologi dengan sumber dayanya berupa candi.

Saat tiba di kawasan Candi Muaro Jambi, peserta Makara menjalani permainan yang telah diadakan oleh panitia Makara. Permainan tersebut ialah penelusuran di kawasan Candi Muaro Jambi dari Candi Kotomahligai sampai ke Candi Gumpung untuk mencari batu yang terdapat huruf dan suku kata. Huruf dan suku kata yang ditemukan,  disusun menjadi kata yang berkaitan dengan Candi Muaro Jambi, yaitu Arca Dwarapala, Shi-li-Fo-shi, Swarnadwipa, Prajnaparamita dan Padmasana. Untuk menemukan batu-batu tersebut, peserta harus mengikuti petunjuk dan menggunakan kompas.  Kemudian, peserta juga ditugaskan untuk melakukan survei dan dokumentasi sesuai dengan panduan Arkeologi.

Makara II

Pada malam harinya kegiatan ini dihadiri oleh pihak BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jambi, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Wakil Bupati Muaro Jambi, Kepala Desa Muaro Jambi, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya, Ketua Program Studi Arkeologi, Ketua Program Studi Sastra Indonesia, para Dosen Fakutlas Ilmu Budaya dan pemuda-pemudi dari Muaro Jambi. Sebagian dari pihak-pihak tersebut ikut serta bersama mahasiswa dalam menyaksikan materi yang diberikan oleh Pak Muhammad Ramli selaku Kepala BPCB Jambi dengan menjelaskan bagaimana mengatur dan mengelolah Situ Muaro Jambi.  Setelah itu, dilanjutkan dengan pembekalan untuk mahasiswa dari Indra Gunawan selaku Kepala Dinas Parawisata Pemuda dan Olahraga.

Kesokan harinya di waktu pagi para mahasiswa melakukan senam yang diwarnai dengan tawa. Setelah itu, peserta makara bersama pendampingnya melakukan bakti sosial dengan membersihkan sampah di sekitar candi gumpung dan sekitar museum candi muaro jambi, sebagai penerapan kecil dalam menghargai warisan budaya. Selanjutnya waktu diisi dengan permainan sederhana yang juga menghasilkan tawa. Menjelang kepulangan, peserta makara memaparkan hasil penulusuran yang dilakukan pada hari sebelumnya, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi kecil.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *