Pencarian Kapal Karam di Perairan Provinsi Bangka Belitung

Perairan di Provinsi Bangka Belitung merupakan bagian jalur perdagangan internasional yang lebih dikenal dengan Jalur Sutera, karena menghubungkan antara Cina, India, Asia Tenggara dan Eropa. Namun  data Arkeologis yang  dipeoleh  pihak BPCB Jambi, belum menemukan bukti yang kuat bahwa pulau ini pernah disinggahi oleh para saudagar Melayu dari abad 7-10 M. Begitu juga bukti Arkeologis berita Tionghoa abad ke-13 yang menyebutkan bahwa di sekitar daerah ini pernah disinggahi kapal tentara Mongol.

Menurut informasi dari seorang nelayan yang bernama Hasanudin, ia pernah menemukan 2 titik kapal karam yang berbeda. Menanggapi informasi tersebut, pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi mengadakan survei bawah air yang dilaksanakan pada bulan agustus 2016 di perairan Pulau Seliu Kec. Mambolong Kab. Belitung Provinsi Bangka Belitung, dengan melibatkan 2 orang mahasiswa/i Arkeologi angkatan 2014. Sayangnya pencarian yang dilakukan di perairan ini, belum berhasil menemukan titik tepat lokasi kapal karam seperti yang dimaksud Pak Hasanudin. Hal tersebut disebabkan  GPS yang biasa dipakai oleh Pak Hasanudin dalam berlayar mengalami kerusakan, sedangkan titik koordinat bangkai kapal yang akan di cari terdapat di dalam GPS tersebut.

Walaupun belum menemukan 2 titik kapal karam yang dicari, 2 orang Mahasiswa/i Arkeologi Universitas Jambi yang terlibat dalam kegiatan tersebut telah mendapatkan manfaat  yang besar. Mereka lebih memahami bagaimana persiapan awal, cara kerja, dan langkah-langkah yang dilakukan saat akan melakukan Survei Bawah Air. Kemudian mereka menjadi lebih memahami bagaimana cara berkoordinasi di pemerintahan setempat dan dinas terkait, serta proses pemasangan alat dan persiapan tim saat diatas kapal sebelum melakukan penyelaman.

Tim Redaksi

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *