Awal dan Perkembangan Prodi Arkeologi Universitas Jambi

Kuliah Umum

Dari Kiri; Asyhadi Mufsi Sadzali (Dosen Arkeologi Unja), Yusdi Anra, M. Ramli (Ka.BPCB Jambi), Baskoro (Ka. Balai Arkeologi Sumatera Utara), Budi Wiyana (Ka. Balai Arkeologi Sumatera Selatan), Hadiyanto (Wakil Dekan I FIB), Agus Sudaryadi (Arkeolog BPCB Jambi)

Program Studi Arkeologi di Universitas Jambi berdiri pada tanggal 28 Januari 2014 berdasarkan SK Universitas Jambi dengan perihal “Penugasan Penyelengaraan Program Studi” No. 85/E.E2/DT/2014. Diketuai oleh Dr. Drs Yusdi Anra., Mpd, Progam Studi  Arkeologi menjadi satu-satunya program studi yang ada di Pulau Sumatera. Dengan adanya jurusan ini, UNJA menjadi salah salah satu dari enam universitas di Indonesisa yang mempunyai jurusan Arkeologi. Hal itu membuat Program Studi Arkeologi menjadi ikon untuk Universitas Jambi.

Pada tahun ajaran pertama (2014-2015), Program Studi Arkeologi sempat mengalami masalah dan hambatan Terutama akan Dosen Pengajar yang sangat minim, khususnya Dosen yang latar belakang keahlian dan pendidikannya dalam bidang Arkeologi. Saat memasuki semester ganjil Tahun 2015, satu-satunya dosen yang berpendidikan Arkeologi, hadir menggerakkan Program Studi Arkeologi, Yakni: Asyhadi Mufsi Sadzali, S.S.,M.A. Merupakan Lulusan S-1 Arkeologi Universitas Udayana, dan S-2 Arkeologi Universitas Gadjah Mada. kehadiran dosen yang bidangnya murni arkeologi, kemudian membangkitkan Prodi Arkeologi Unja.

Kehadiran  dosen yang berlatar belakang pendidikan Arkeologi baik S-1 dan S-2 nya yang bernama Asyhadi Mufsi Sadzali S.S.,MA menjadi titik tolak kebangkitan dan perkembangan Prodi Arkeologi Unja. Dari sinilah perkembangan Program studi Arkeologi Universitas Jambi dimulai. Dengan didikannya, dia telah menunjukan eksistensi Arkeologi dengan berbagai kegiatan. Nasehat agar para mahasiswa aktif, kompak dan banyak membaca seringkali disuguhinya. Di samping itu, melalui MOU dan Kesepakatan Kerjasama, maka beberapa praktisi arkeologi yang mengabdi di intansi arkeologi di Propinsi Jambi, lalu diajak untuk turut terlibat dalam mengembangkan Prodi Arkeologi Unja, antara lain; Yusuf Martum S.S.,M.Hum (Kurator Museum Siginjai Propinsi Jambi) turut menjadi tenaga pengajar untuk perkulian Prodi Arkeologi. Selain itu Pihak BPCB Jambi juga turut mengirimkan tenaga pengajar untuk Arkeologi UNJA, ialah Agus Surdaryadi S.S dan Muhammad Ramli (Kepala BPCB Jambi, masa itu), yang dimulai pada semester genap di tahun 2016. Di samping itu dalam tahun yang sama, berdirilah perpustakan dari Prodi Arkeologi. Hubungan yang akrab dengan berbagai universitas yang memiliki program studi Arkeologi, serta dengan BPCB Jambi dan Balai Arkeologi Palembang, menjadi faktor penting berdirinya perpustakaan Prodi Arkeologi. Para ahli dari instansi tersebut menyumbangkan buku-buku untuk Arkeologi UNJA.

Dalam perkembangannya, Arkeologi UNJA telah melakukan MOU dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Selain itu, Arkelogi UNJA juga telah mengadakan MOU dengan BPCB (Balai pelestarian Cagar Budaya) dan BALAR (Balai Arekologi) Se-sumatera, yaitu; BPCB Jambi, BALAR Palembang, BALAR Sumatera Utara, BPCB Aceh dan BPCB Batu Sangkar. Kerja sama ini, membuat para mahasiswa/i Arkeologi UNJA jadi terlibat dalam penelitian yang diselenggarakan sebgian instansi tersebut. Menariknya, sebelum mengadakan MOU, pihak BPCB Batu Sangkar juga tertarik untuk melibatkan para mahasiswa/mahasiswi Arkeologi Unja dalam sebuah penelitian. Selain mendapatkan ajakan untuk ikut serta dalam penelitian, seperti halnya dengan BALAR Palembang dan BPCB Jambi, pihak BALAR Medan juga mengirimkan tenaga pengajar untuk Prodi Arkeologi yang bernama Stanov Purnawibowo, M.A.

Dengan adanya perjanjian kerja sama tersebut, diharapkan seluruh Instasi Arkeologi Sumatera dapat melakukan pengembangan dan pendalaman praktek lapangan di seluruh wilayah Sumatera dengan para mahasiswa Arkeologi UNJA. Dengan begitu terhadap Program Studi sendiri selaku institusi pendidikan, akan berkesempatan mengembangkan penelitian baik perinsititusi ataupun penelitian antarsesama institusi.

Alhamdulillah, walau hanya memiliki satu Dosen Tetap berlatar pendidikan Arkeologi (Asyhadi Mufsi Sadzali, S.S.,M.A) serta Praktisi dari Intansi Arkeologi yang ada di Propinsi Jambi dan sekitranya (Drs. Muhammad Ramli dari BPCB Jambi, Agus Sudaryadi, S.S. Dari BPCB Jambi, Yusuf Martum, S.S.,M.Hum dari Museum Siginjai Propinsi Jambi, Dr. Wahyu Rizky Andhifani, Dra. Retno Purwanti, dan M. Ruly Fauzi, S.S.,M.A dari Balai Arkeologi Sumatera. DIsamping itu ada juga Kristanto, Ris Eka Wibawa, dari BPCB Jambi, Alhamdulillah Program Studi Arkeologi di Tahun 2017 meraih Akreditasi B. Peringkat dan predikat Akreditasi B ini beralaku hingga Tahun 2023. Artinya dalam lima tahun kedapan, lulusan dari Prodi Arkeologi Unja, tidak perlu merasa khawatir, berkcil hati justru berbagga, serta siap ditempatkan dimana saja dalam bidang arkeologi di Indonesia.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *