Awal dan Perkembangan Prodi Arkeologi Universitas Jambi

Program Studi Arkeologi di Universitas Jambi berdiri pada tanggal 28 Januari 2014 berdasarkan SK Universitas Jambi dengan perihal “Penugasan Penyelengaraan Program Studi” No. 85/E.E2/DT/2014. Diketuai oleh Dr. Drs Yusdi Anra., Mpd, Progam Studi  Arkeologi menjadi satu-satunya program studi yang ada di Pulau Sumatera. Dengan adanya jurusan ini, UNJA menjadi salah salah satu dari enam universitas di Indonesisa yang mempunyai jurusan Arkeologi. Hal itu membuat Program Studi Arkeologi menjadi ikon untuk Universitas Jambi. Pak Dr. Drs Yusdi Anra., Mpd selaku ketua prodi mengatakan “berdirinya prodi Arkeologi di UNJA adalah kesempatan baik, mengingat sumatera memiliki potensi Arkeologis yang tinggi”.

Pada tahun ajaran pertama (2014-2015), Program Studi Arkeologi sempat mengalami masalah dan hambatan. Saat memasuki semester genap, satu-satunya dosen yang berpendidikan Arkeologi, pindah tugas ke museum nasional. Akibatnya, perkuliahan tidak sesuai yang diharapakan. Arkeologi UNJA juga mengalami hambatan dari segi keuangan, karena Fakultas Ilmu Budaya yang masih baru berdiri membuat anggaran keuangan yang diserahkan dari pihak Universitas masih sangat terbatas. Pada dasarnya sistem dan kurikulum Program Studi Arkeologi, 60% di lapangan dan yang 40% teori di kelas. Dengan sistem tersebut para mahasiswa/i Arkeologi membutuhkan biaya yang besar, peralatan dan perlengkapan untuk menerapkan Kegiatan Kuliah Lapangan. Meskipun kurangya dukungan dari pihak fakultas karena statusnya, para mahasiswa/i tetap berusaha agar bisa menerapkannya. Tentu tidak mudah, karena tidak semua memiliki latar belakang dengan keuangan yang memadai. Dengan berbagai cara yang baik yang didiprpngan dengan semagat dan kebersamaan, para mahasiswa/i bisa mendapatkan peralatan dan perlengkapan yang sesuai untuk  Kegiatan Kuliah Lapangan. Hal ini dilakukan hingga sekarang.

Saat memasuki tahun ajaran kedua (2015-2016), dikala kekosongan dosen tetap, barulah masuk seorang dosen yang berlatar belakang pendidikan Arkeologi yang bernama Asyhadi Mufsi Sadzali S.S.,MA. Dari sinilah perkembangan Program studi Arkeologi Universitas Jambi dimulai. Dengan didikannya, dia telah menunjukan eksistensi Arkeologi dengan berbagai kegiatan. Nasehat agar para mahasiswa aktif, kompak dan banyak membaca seringkali disuguhinya. Di samping itu, Pak Yusuf Martum S.S.,M.Hum, turut menjadi tenaga pengajar untuk perkulian Prodi Arkeologi. Pihak BPCB Jambi juga turut mengirimkan tenaga pengajar untuk Arkeologi UNJA, ialah Agus Surdaryadi S.S dan Muhammad Ramli (Kepala BPCB Jambi), yang dimulai pada semester genap di tahun 2016. Di samping itu dalam tahun yang sama, berdirilah perpustakan dari Prodi Arkeologi. Hubungan yang akrab dengan berbagai universitas yang memiliki program studi Arkeologi, serta dengan BPCB Jambi dan Balai Arkeologi Palembang, menjadi faktor penting berdirinya perpustakaan Prodi Arkeologi. Para ahli dari instansi tersebut menyumbangkan buku-buku untuk Arkeologi UNJA.

Dalam perkembangannya, Arkeologi UNJA telah melakukan MOU dengan Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada. Selain itu, Arkelogi UNJA juga telah mengadakan MOU dengan BPCB (Balai pelestarian Cagar Budaya) dan BALAR (Balai Arekologi) Se-sumatera, yaitu; BPCB Jambi, BALAR Palembang, BALAR Sumatera Utara, BPCB Aceh dan BPCB Batu Sangkar. Kerja sama ini, membuat para mahasiswa/i Arkeologi UNJA jadi terlibat dalam penelitian yang diselenggarakan sebgian instansi tersebut. Menariknya, sebelum mengadakan MOU, pihak BPCB Batu Sangkar juga tertarik untuk melibatkan para mahasiswa/mahasiswi Arkeologi Unja dalam sebuah penelitian. Selain mendapatkan ajakan untuk ikut serta dalam penelitian, seperti halnya dengan BALAR Palembang dan BPCB Jambi, pihak BALAR Medan juga mengirimkan tenaga pengajar untuk Prodi Arkeologi yang bernama Stanov Purnawibowo, M.A.

Dengan adanya perjanjian kerja sama tersebut, diharapkan seluruh Instasi Arkeologi Sumatera dapat melakukan pengembangan dan pendalaman praktek lapangan di seluruh wilayah Sumatera dengan para mahasiswa Arkeologi UNJA. Dengan begitu terhadap Program Studi sendiri selaku institusi pendidikan, akan berkesempatan mengembangkan penelitian baik perinsititusi ataupun penelitian antarsesama institusi.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *