Kesuksesan Makara Ketiga

Setelah sukses dilakukan pada tahun sebelumnya, Arkeologi Unja kembali mengadakan Makara. Seperti Makara yang sebelumnya, kegiatan ini  juga  dilakukan di kawasan Candi Muarajambi, pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2017. Konsep kegiatan ini masih sesuai dengan kegiatan Makara sebelumnya bahwa Makara merupakan kepanjangan dari “Malam Keakraban Arkeologi,” sebagai cara untuk menyambut Mahasiswa/i Arkeologi yang baru, serta untuk membentuk kekompakan. Makara kali ini merupakan makara yang ketiga dengan mahasiswa/i angkatan 2016 sebagai panitianya. Panitia dalam makara ini menghadirkan penekanan pada pembentukan perilaku, cara bergaul dan cara adab baik kepada dosen, senior, maupun teman seangkatan.

Penyambutan Mahasiswa Arkeologi (Dok. PRAJA)

Penyambutan Mahasiswa Arkeologi (Dok. PRAJA)

Sebelum  Makara berlangsung di kawasan Candi Muarajambi, proses pra-makara dilakukan sebanyak 12 kali pertemuan. Tujuan dari pra-makara ini ialah untuk mempersiapkan dan melatih peserta agar mampu dalam menjalani kegiatan di Candi Muarajambi. Pra-makara di mulai dari pengenalan mahasiswa, pembagian gugus, pengenalan alat-alat Arkeologi, pembuatan yel-yel sampai menonton film dokumenter Kegiatan Lapangan dari Arkeologi Unja.

Saat di kawasan Candi Muarajambi, tepatnya Candi Kotomahligai, peserta Makara diberi beberapa pertanyaan arkeologis. Setelah itu, peserta makara menuju ke Candi Kedaton untuk belajar menggunakan kompas. Dalam kegiatan ini, kompas digunakan untuk mengikuti rute yang diinstruksikan. Saat di Menapo Sungai Jambi, mereka melakukan pemotretan seperti dalam penelitian yang sebenarnya karena menggunakan skala dan penunjuk arah mata angin. Setelah itu, waktu kegiatan diisi dengan makan siang bersama yang kemudian dilanjutkan games ringan yang di berikan oleh panitia.

Tujuan akhir dalam perjalanan ini ialah Candi Gumpung, dengan diberi waktu 1 jam untuk sampai ke sana. Saat di Candi Gumpung, Pak Ujang selaku Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga memberikan pengetahuan untuk peserta Makara. Mahasiswa/i senior juga memberikan pembekalan dan pembelajaran tentang dasar teknik penggambaran.

Makara ketiga (Dok. PRAJA)

Makara Ketiga (Dok. PRAJA)

Dalam  agenda Arekologi Unja Makara menjadi kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Jadi, tak heran jika stakeholder yang berkaitan dengan Arkeologi yaitu BPCB Jambi turut hadir dalam kegiatan ini. Keberadaan BPCB Jambi di Makara ini diwakili oleh Pak Agus Sudaryadi yang sebenarnya juga aktif sebagai dosen di Arkeologi UNJA. Selain itu, Makara ini juga dihadiri oleh pihak dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Provinsi dan Kabupaten Muaro Jambi, Kepala Desa dan Kapolsek, serta Pemuda setempat. Tujuan membuat pihak-pihak tersebut hadir ialah agar kita semua dapat menjalin silaturahmi serta komunikasi yang baik untuk kedepannya.

Berbeda dengan makara di tahun sebelumnya, dalam Makara ini terdapat waktu khusus di malam hari untuk pertunjukan seni, yaitu pertunjukan akustik, pantomim, drama, tari, dan musikalisasi puisi. Pertunjukan tersebut telah dipersiapkan sebelum kegiatan ini berlangsung. Pak Amir selaku dosen di FIB Unja yang menjadi penanggung jawab dalam Makara ini, telah menunjukan decak kagum karena mengatakan “Saya sangat mengapresiasi semua kegiatan Arkeologi terkhusus malam ini, karena secara tak langsung acara malam ini mengingatkan lagi memori kenangan semasa saya masih menjadi mahasiswa. Saya harap kegiatan seperti ini akan terus berlanjut” ujar Pak Amir.

Keesokan harinya Mahasiswa/i Arkeologi UNJA berkumpul untuk melakukan senam pagi. Selanjutnya Makara ini diakhiri dengan kegiatan kerja bakti di sekitar candi sebagai penerapan kecil untuk menumbuhkan rasa menghargai warisan cagar budaya.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *