Semarak dari Dies Natalis Arkeologi Unja

Arkeologi Unja telah menyawakan kemeriahan di hari jadinya yang ketiga karena mengadakan berbagai kegiatan. Kegiatan  yang dimaksud ialah Seminar, Bakti Sosial, Turnamen Futsal, Liburan bersama Siswa/i SD dan Work Shop Karya Ilmiah dan Ilmiah Populer. Jika kita menelusuri  semua kegiatan tersebut, barangkali akan memahami berbagai tujuan dan menemukan kesan yang menarik. Dengan demikian, kemeriahan yang dimaksud ialah karena terkandung banyak manfaat dan kesan yang didapatkan dari berbagai acara dan kegiatan dalam rangka Dies Natalis kali ini.

Seminar yang diselenggarakan oleh Arkeologi Unja kali ini bertemakan “Refleksi dan Eksistensi Arkeologi UNJA Selama Setahun”. Adanya prinsip berbagi pengetahuan dan pengalaman menjadi dorongan untuk kembali mengadakan seminar. Seminar tersebut berlangsung pada tanggal 13 sepetember 2017. Seminar ini sebenarnya telah dipublikasi oleh media dari FKIP UNJA di genta.fkip.unja.ac.id yang berjudul “Rayakan HUT Prodi Arkeologi, Mahasiswa Gelar Berbagai Kegiatan”.

Pembahasan yang ditampilkan dalam seminar kali ini ialah hasil kegiatan PIAMI, Penelitian di Sangiran, Penelitian di Riau, Survei Gua di Sarolangun, KKL di Sumatera Barat, KKL di Sumatera Selatan, Penelitian di Sulawesi Tengah, Ekskavasi di Candi Muarajambi dan Penelitian di Dharamsraya. Setiap pembahasan dilengkapi dengan film dokumenter yang barangkali dibuat dengan totalitas. Film dokumenter yang ditampilkan telah memberikan informasi mengenai situs arkeologis, temuan arkeologis, serta kegiatan yang dilakukan. Selain memberikan informasi, terdapat film dokumenter yang juga mengudang tawa karena  didalamnya terdapat kekonyolan dari mahasiswa/i Arkeologi Unja.  Berbagai pembahasan ditampilkan dalam seminar ini, mungkin saja bisa bermanfaat dan  menjadi stimulasi untuk mahasiswa Arkeologi UNJA dalam meningkatkan pencapainnya. Kemudian kegiatan ini bisa menjadi inspirasi untuk mahasiswa Arkeologi angakatan 2017.

Tanggal  10 September 2017 menjadi waktu berlangsungnya Turnamen Futsal yang diselenggarakan oleh Arkeologi Unja . Turnamen ini bertempat di Lapangan Futsal Nusa Telanai Pura. Pemain di turnamen ini berasal dari Arkeologi Unja 2017 hingga angkatan 2014 yang masing-masing mempersiapkan satu timnya. Sesuai kesepakatan, kegiatan ini dibuka oleh Pak Asyhadi Muafsi Sadzali selaku dosen dari Arkeologi Unja, dengan sedikit pengarahan dan motivasi darinya. Setelah pembukaan dari pak Asyhadi, lagu indonesia raya dinyanyikan oleh para mahasiswa/i. Kemudian saat lagu indonesia berakhir, tendangan bola pertama di lakukan sebagai tanda pertandingan telah  dimulai. Pertandingan ini berlangsung seru, sehingga para suporter yg hadir berteriak dan menyanyikan yel-yel guna menyemangati para pemain saat bertanding. Panitia yang telah menyiapkan sound system dan mikrofon menjadikan komentator dapat mengeluarkan celetupan-celetupan yang mengundang decak tawa.

Turnamen ini akhirnya dimenangi oleh arkeologi angkatan 2017, runner up angkatan 2015 serta juara ke 3 di duduki oleh arkeologi 2014. Setelah itu, penyerahan hadiah dilakukan kepada para pemenang untuk mengapresiasi hasil yang telah mereka capai. Terlepas dari siapa pemenangnya, turnamen ini melahirkan kegembiraan yang telah diperlihatkan oleh wajah-wajah para pemain, pendukung,  maupun para penonton yang hadir. Fazhuni amril selaku koordinator turnamen, mengaku sangat antusias dengan digelarnya acara-acara seperti ini.  “Saya sangat senang dengan acara seperti ini,  karena kita semua bisa kompak” ujar sang koordinator. Sebenarnya kegiatan ini juga dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi serta menguji kekompakan mahasiwa/i Arkeologi UNJA.

Setelah Turnamen Futsal sukses, kegiatan selanjutnya yang diselenggarakan ialah Bakti Sosial di sebuah panti asuhan yang berlangsung pada tanggal 28 sepetember 2017. Panti Asuhan yang dimkasud bernama Rifahiyatul Bilad yang berlokasi di Jl. Guru Muchtar No. 52, Jelutung, Jambi Selatan Kota Jambi. Sebelum acara ini dilaksanakan, mahasiswa Arkeologi UNJA membuka stand pengumpulan barang-barang yang akan didermakan. Pengumpulan barang-barang ini telah melibatkan para mahasiswa/i dan dosen Fakultas Ilmu Budaya.

Kegiatan bakti sosial dimulai dengan ramah tamah di ruangan yang biasanya digunakan untuk mengaji. Dikarenakan memasuki waktu magrib, ramah tamah dihentikan sejenak untuk buka puasa yang kemudian dilanjutkan dengan shalat magrib berjamaah. Kurnia Sandi  dan Nurul Afni Sya’adah melakukan penyerahan barang yang disumbangkan secara simbolik saat setelah shalat selesai. Kemudian Acara ditutup dengan saling salam-salaman dan berfoto bersama.

Kegiatan yang selanjutnya ialah Workshop Penulisan Karya Ilmiah dan Ilmiah Populer yang menjadi  workshop pertama dari Arkeologi UNJA. Selain untuk merayakan hari jadi, tujuan dari kegiatan ini ialah untuk membangkitkan minat menulis mahasiswa/i. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal  13 – 16 oktober 2016. Pemateri dalam kegiatan adalah Kurnia Prastowo Adi S.S yang berasal dari BPCB Jambi, serta Asyhadi Mufsi Sadzali S.S M.A  dan Dwi Raharyo S.S, M. A selaku dosen dari FIB Unja. Peserta yang ikut workshop dibebaskan memilih tema untuk penulisannya asalkan masih sesuai dengan norma yang telah terbentuk. Saat acara berlangsung, peserta telah mendiskusikan kepada pemateri tema yang ditetapkannya. Seperti acara seminar, kegiatan ini juga telah dipublikasikan oleh sebuah media, yaitu jambi.tribunnews.com dengan judul “Bangkitkan Gairah Menulis Mahasiswa”.

Jika bakti sosial membuat Arkeologi UNJA beinteraksi dengan adik-adik di panti asuhan, acara Liburan bersama anak SD membentuk interaksi dengan Siswa-siswi SD di Candi Muarajambi. Siswa-siswi SD yang dimaksud berasal SD Muaro Jambi yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Candi. Menurut Isnawati selaku koordinator pemilihan SD Muaro Jambi sengaja dilakukan agar Arkeologi UNJA dapat membangun inetraksi anak-anak di sekitar kawasan Candi Muaro Jambi. “Kita ingin lebih mendektakan pada warga di sekitar Muara jambi, termasuk SD. Sebelum mengajak siswa-siswi diluar alangkah baiknya mengajak siswa-siswi yang ada di Muaro Jambi tersebut. Jika dekat dengan warga sekitar kita telah  telah membangun relasi dan bisa dengan muda trelibat dengan berbagai kegiatan” ujar sang koordinator. Acara juga bisa berdampak pada bertambahnya wawasan dan tumbuhnya rasa peduli terhadap tinggalan budaya di sekitar meraka, sebagaimana yang dikatakan isnawati. Isnawati juga mengatakan bahwa kegiatan ini bisa memunculkan rasa peduli bagi Siswa-sisw SD yang ikut dalam kegiatan ini. “Kegiatan ini memungkinkan munculnya rasa peduli pada situs candi tersebut dan mungkin mereka bisa mendapatkan wawasan tentang candi tersebut, serta memaparkannya kepada masyarakat atau teman yang lain tentang candi tersebut,” ujar Isnawati.

Arkeologi Unja bersama siswa-siswi SD di Candi Gumpung (Dok. PRAJA)

Arkeologi Unja bersama siswa-siswi SD di Candi Gumpung (Dok. PRAJA)

Liburan bersama siswa-siswi SD ini berlangsung pada tanggal Oktober 2017. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh Siswa-siswi SD dan Arkeologi Unja di Candi Muarajambi ialah dimulai dengan kunjungan ke museum Candi Muarajambi. Saat itu siswa-siswi SD diajak untuk memahami koleksi yang ada di museum sebagai perkenalan sejak dini terhadap tinggalan arkeologis yang ada di sekitar mereka. Kemudian saat kunjungan museum berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama yang mengahasilkan kegembiraan. Hal tersebut tampak pada raut wajah siswa-siswi SD Muaro Jambi dan mahasiswa-mahasiswi arkeologi Unja. Setelah senam selasai, para peserta di ajak masuk ke Candi Gumpung. Di sana mereka diberikan sedikit pemahaman mengenai Candi Muarajambi. Mereka juga diberikan pertanyaan yang berkaitan dengan Candi Muarajambi. Kemudian mereka juga menjalani permainan yang ternyata mengundang tawa.

Kegiatan di Candi Tingi (Dok. PRAJA)

Kegiatan di Candi Tingi (Dok. PRAJA)

Setelah berada di Candi Gumpung, Siswa-siswi SD dan Mahasiswa/i Arkeologi Unja berjalan ke candi tinggi. Di Candi Tinggi, dilakukan permainan dan perbincangan ringan yang mungkin telah menumbuhkan kekaraban di antara siswa-siswi SD dan Mahasiswa/i Arkeologi Unja. Tak hanya itu, di sana juga melakukan pelafalan sumpah pemuda yang terlihat diringi dengan semangat.

Tim Redaksi

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *