Semarak dari Dies Natalis Arkeologi Unja

Semarak dari Dies Natalis Arkeologi Unja

Arkeologi Unja telah menyawakan kemeriahan di hari jadinya yang ketiga karena mengadakan berbagai kegiatan. Kegiatan yang dimaksud ialah Seminar, Bakti Sosial, Turnamen Futsal, Liburan bersama Siswa/i SD dan Work Shop Karya Ilmiah dan Ilmiah Populer. Jika kita menelusuri semua kegiatan tersebut, barangkali akan memahami berbagai tujuan dan menemukan kesan yang menarik. Dengan demikian, kemeriahan yang dimaksud ialah karena terkandung banyak manfaat dan kesan yang didapatkan dari berbagai kegiatan dalam rangka Dies Natalis kali ini.

Publikasi Hasil Proyek terkait Mata Kuliah

Publikasi Hasil Proyek terkait Mata Kuliah

Arkeologi pada masa sekarang telah memasuki prinsip “Archaeology for Public”. Untuk itu hasil penelitian yang bermanfaat seharusnya diinformasikan atau dipublikasikan kepada semua kalangan, baik melalui tulisan, seminar, forum diskusi ataupun melalui media sosial.

Pembahasan Singkat Seputar Candi Muaro Jambi

Pembahasan Singkat Seputar Candi Muaro Jambi

Temuan arca di sana menjadi indikasi bahwa Candi Muaro Jambi merupakan bangunan agama budha. Ada kemungkianan Kawasan Candi Muaro Jambi merupakan kompleks wihara dan asrama seperti di Nalanda, yaitu tempat tempat para bhiksu dan bhiksuni menuntut ilmu. Selain itu, kawasan ini juga diduga berperan sebagai pemukiman. Hal tersebut ditandai dengan temuan yang berkaitan dengan aktifitas sehari-sehari seperti keramik dengan jumlah yang besar, dan Belanga yang biasa digunakan untuk memasak dalam volume yang besar.

Makara II

Dalam agenda kegiatan mahasiswa Arkeologi Universitas Jambi, Makara merupakan singkatan dari “Malam Keakraban Arkeologi”. Kata Makara sendiri diambil dari sebuah objek cagar budaya yaitu “Makara”. Makara II dilaksanakan di Kawasan Candi Muaro Jambi selama dua hari satu malam, pada tanggal 8 dan 9 oktober 2016.

Semniar II Sumber: Dok. Tim redaksi

Arkeologi Universitas Jambi berbagi Pengetahuan dan Pengalaman

Prinsip berbagi pengetahuan dan pengalaman yang tertanam dalam Arkeologi Universitas Jambi, menggerakannya untuk mengadakan seminar pada tanggal 18 mei 2017 bertempat di Gedung FIB. Seminar ini menampilkan hasil kegiatan dari Survei Gua-gua Karst di Kawasan Bukit Bulan, Ekskavasi di Bukit Candi Bersama Balai Arkeologi Medan dan  Sekolah Lapangan Arkeologi Kerjasama antara Puslit Arkenas dan Museum National d’Histoire Naturelle Prancis. Peserta yang hadir dalam seminar ini ialah para mahasiswa Arkeologi dari angkatan 2014 hingga 2016, serta Dosen Arkeologi yaitu Asyhadi Mufsi Sadzali.

Presentasi pertama dalam seminar ini ialah hasil dari kegiatan Survei Gua-gua Karst di Kawasan Bukit Bulan.  Survei yang terlaksana di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi ini telah dilakukan  sebanyak 2 kali oleh Arkeologi UNJA dengan tim yang berbeda. Survei tahap pertama dilakasanakan pada tanggal 10-14 februari 2017, sementara tahap kedua dilakaksanakan pada tangggal 29 april 2017. Presentasi  hasil survei tahap pertama menampilkan keadaan 6 gua dan 2 ceruk  yang telah mereka survei selama 2 hari. Temuan yang dihasilkan dari survei ini hanya sebatas temuan Rock Art. Gua yang disurvei merupakan gua yang semi aktif dan dihuni oleh hewan-hewan liar. Selanjutnya, presentasi yang tahap kedua menampilkan hasil survei di 2 gua dan 1 ceruk. Survei kedua ini beranggotakan 12 orang yang melibatkan 3 angkatan Arkeologi UNJA. Seperti survei tahap pertama, survei tahap kedua juga mengahasilkan temuan Rock Art. Hanya saja Rock Art yang ditemukan kemungkinan merupakan vandalisme. Survei kedua ini juga menemukan  Alat batu (masih dugaan) di salah satu  Gua. Selain menjelaskan keadaan Gua serta potensi ancamaan situs, pembicara atau informan juga menceritakan kesan mereka selama kegiatan survei berlangsung.

Setelah presentasi hasil kegiatan Survei di Bukit Bulan berakhir, dilanjutkan dengan presentasi hasil kegiatan Ekskavasi di Situs Bukit Candi bersama Balai Arkeologi Medan. Kegiatan yang terlaksana di salah satu desa di Provinsi Riau ini, melibatkan 3 mahasiwa/i Arkeologi Universitas Jambi. Selama kegiatan, mereka mempelajari survei permukaan, survei udara dengan menggunakan drone, pemetaan situs dan kotak dengan menggunakan penyipat datar, penggambaran, serta tahap ekskavasi yang mangasilkan data berupa tembikar, kramik dan pecahan bata.

Berikutnya, seminar diisi dengan presentasi hasil kegiatan yang berjudul “Lapangan Arkeologi Kerjasama antara Puslit Arkenas dan Museum National d’Histoire Naturelle Prancis”. Kegiatan ini dilakukan 2 mahasiswa/i Arkeologi UNJA selama sebulan, yaitu pada tanggal 19 Februari – 20 Maret 2017. Bersama senior-senior di sana, mereka melakukan Ekskavasi di Situs Pacung yang terletak Desa Dayu, Kec. Gondang Rejo, Kab. Karang Anyar, Provinsi Jawa Tengah. Mereka juga belajar mengelola data dan berdiskusi pada malam hari. Menariknya, mereka sempat berkunjung ke Pameran tinggalan Arkeologis di Desa Dayu, berkunjung ke semua klaster terkait Situs Sangiran dan sempat mengamati formasi bentang alam di Sangiran.

Penjelajahan di situs Arkeologi, bertemunya dengan senior-senior, serta pelajaran yang mereka dapatkan barangkali telah menghasilkan semangat untuk mereka menceritakannya. Cerita dari mereka bisa saja menghadirkan semangat bagi mahasiswa/i arkeologi sebagai penyimak saat itu, agar lebih aktif dalam dunia Arkeologi. Jadi, selain untuk menambah wawasan atau pengetahuan, seminar ini juga dapat bermanfaat bagi mahasiswa/i arkeologi Universitas Jambi agar lebih semangat dan aktif dalam dunia Arkeologi, yang kemudian menuntun mereka untuk mahir dalam menerapkan metode penelitian arkeologi dan menjalin relasi dengan senior-senior di dunia Arkeologi.

Terhadap peserta yang tidak berkecimpung dalam dunia Arkeologi, seminar yang berkaitan dangan Arkeologi ini bisa saja   menstimulasi mereka untuk senantiasa menambah wawasan tentang Arkeologi dan berkunjung ke situsnya. Sayangnya seminar ini hanya dihadiri oleh Dosen dan mahasiswa/i dari Arkeologi. Untuk itu Pak Asyhadi Mufsi Sadzali selaku dosen Arkeologi UNJA, berharap acara seminar yang selanjutnya dapat  dipermatangkan lagi persiapannya, sehingga tamu undangan dari berbagai pihak dapat menghadirinya. Beliau juga berharap Prodi Arkeologi dapat mengadakan Seminar seperti ini di tempat yang lebih luas dan nyaman. Lalu Kurnia Sandi selaku ketua PRAJA (Perhimpunan Arkeologi Jambi) berharap acara ini dapat menjadi tempat berbagi pengetahuan, serta menjadi bahan evaluasi bagi Prodi Arkeologi UNJA agar bisa membuat acara yang lebih baik dan besar.

Di samping itu, menurut Pak Asyhadi seminar  ini telah menampilkan perkembangan dari Prodi Arkeologi UNJA. “Tentu ada perkembangan, karena kita sudah di ajak dengan orang dari Museum Prancis untuk terlibat dalam ekskavasi di Sangiran selama satu bulan. Artinya kita sudah dikenal masyarakat secara luas. Ekskvasi di Riau bersama BALAR Medan juga menunjukan perkembangan, bahwa instansi-instansi Arkeologi seperti Balai Arkeologi telah menaruh kepercayaan kepada kita untuk terlibat dalm penelitian” tutur Pak Asyhadi.

Ekskavasi Di Bukit Candi II

Ekskavasi bersama Balai Arkeologi Medan di Situs Bukit Candi

Ketika pertama kali mendengar Situs Bukit Candi, kemungkinan yang terbayangkan ialah situs bangunan Hindu-Budha dari masa klasik. Hal itu tentu saja terjadi karena secara umum Candi adalah bangunan kuno yang dibuat dari batu, sebagai tempat pemujaan, penyimpanan abu jenazah raja-raja, pendeta-pendeta Hindu atau Buddha pada zaman dulu. Namun Situs Bukit Candi yang dimkasud bukanlah situs…

Seminar 3

Publikasi Hasil Proyek terkait Mata Kuliah

Setelah minggu sebelumnya mengadakan seminar, pada tanggal 22 mei 2017 Prodi Arkeologi Universitas Jambi kembali mengadakan seminar. Seminar kali bermaksud  mempublikasikan hasil proyek dari mata kuliah yang dijalankan oleh mahasiswa/i arkeologi angkatan 2015 dan 2014. Hal tersebut dianggap penting demi melatih mahasiswa untuk mempublikasi, karena publikasi hasil penelitian merupakan bagian dalam dunia kerja Arkeologi. Lalu,…

Partisipasi Mahasiswa/i Arkeologi UNJA di Festival Candi Muaro Jambi

Pada tanggal 11-14 Mei 2017, Candi Muaro Jambi yang merupakan kawasan cagar budaya dan objek wisata menjadi tempat untuk terjadinya  perayaan waisak, serta festival yang  digelar  pemerintah Provinsi Jambi dengan melibatkan masyarakat sekitar.  Banyaknya fasilitas acara yang dapat menyebabkan keramaian, memperkuat potensi untuk melahirkan dampak positif dan negatif yang lebih besar dari biasanya dalam berbagai…

Perjalanan Empat Hari Tiga Malam yang Tak Terlupakan

Kuliah lapangan menjadi kegiatan wajib bagi para mahasiswa/i Arkeologi Universitas Jambi yang dilaksanakan setahun sekali untuk satu angkatan. Pada tahun 2017 para mahasiwa/i angkatan 2016 dari Prodi Arkeologi Universitas Jambi telah melaksanakan kuliah lapangan pertamanya di Sumatera Selatan. Tujuan kegiatan ini lebih tepatnya sebagai pengenalan terhadap kehidupan Arkeologi, serta sebagai kesempatan untuk menerapakan Metode 1…

Pencarian Kapal Karam di Perairan Provinsi Bangka Belitung

Perairan di Provinsi Bangka Belitung merupakan bagian jalur perdagangan internasional yang lebih dikenal dengan Jalur Sutera, karena menghubungkan antara Cina, India, Asia Tenggara dan Eropa. Namun  data Arkeologis yang  dipeoleh  pihak BPCB Jambi, belum menemukan bukti yang kuat bahwa pulau ini pernah disinggahi oleh para saudagar Melayu dari abad 7-10 M. Begitu juga bukti Arkeologis…

Artefak dari Situs Rantau Kapastuo Sebagai Petunjuk Adanya Permukiman Masa Klasik Di Kab. Batanghari

Abstrak Permukiman dan sumber air memang tidak bisa untuk dipisahkan. Selain dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari air juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi dan yang tak kalah pentingnya sebagai keperluan religi. Oleh karna itulah banyak peradaban tumbuh di sekitar tepi perairan, terutama pada masa Hindu, Buddha, Islam dan Kolonial di Indonesia. Situs Rantau…